"Kalau penerbangan bisa dilakukan, besok Presiden akan ke tempat-tempat yang waktu itu mau dikunjungi tapi belum bisa," katanya di kompleks Istana, Rabu, 7 Oktober 2015. Presiden akan berkunjung ke Riau, Jambi, dan Sumatera Barat menggunakan pesawat kepresidenan.

Menurut Pramono, pemerintah serius mengatasi masalah asap. Hari ini, akan diadakan rapat terbatas mengenai pemadaman kebakaran hutan. Dalam rapat itu juga akan dibahas mengenai kemungkinan menaikkan status menjadi bencana nasional atau kejadian luar biasa. "Kami sungguh-sungguh mengatasi masalah asap ini," katanya.

Meski pemerintah belum menetapkan bencana nasional, sejumlah kepala daerah telah menetapkan status tanggap darurat asap. Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, sudah menetapkan status darurat sejak 15 September 2015. Sedangkan pelaksana tugas Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman memperpanjang masa status darurat.

Pada akhir September lalu, Jokowi juga sudah mengunjungi Banjarmasin, Kalimantan Selatan, untuk memantau bencana asap yang terjadi di sana. Presiden sempat mengunjungi Desa Gunung Damar, setelah itu menuju titik kebakaran di sekitar Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum.

Tuh, makanya kita juga harus ikut berpartisipasi untuk membantu saudara kita disana...
sebagai makhluk sosial,Masa kalian tega ngeliat balita yang baru lahir lalu esok harinya meninggal karena menghirup asap? bahkan konon sudah ada 54 korban meninggal yang menjadi korban asap, belum lagi keluhan dari berbagi negara tetangga yang sudah menjadi korban si asap tersebut..

untuk itu KOMUNITAS HIJAU menghimbau kawan kawan pecinta lingkungan untuk BERDOA kepada Yang Maha Kuasa, mari kita sempatkan 5 menit di setiap sembahyang kita untuk meminta kepadanya Hujan
 karena bagaimanapun Tuhan yang Maha Berkehendak.

INGATLAH :  JIKA MANUSIA MAU MENGANGKAT TANGANYA(untuk berdoa) ,niscaya TUHAN AKAN TURUN TANGAN UNTUK MENGATASI MASALAH KITA SEMUA INI.